PKS : Polisi Langgar Kebebasan Agama
24 Agustus 2009 19:59:38 oleh ema
Fraksi-PKS Online: Selama bulan Ramadhan ini kepolisian tidak ikut puasa untuk memberantas teroris. Salah satu caranya dengan mengawasi dan membatasi ceramah-ceramah. Namun, cara itu dinilai PKS malah telah melanggar kebebasan masyarakat beragama.
"Saya anggap keterangan dari polisi itu telah melanggar kebebasan ekspresi beragama. Apalagi di bulan Ramadhan ini masyarakat kan perlu dibekali dengan pengetahuan dan ajaran-ajaran agama Islam yang lebih dalam. Jadi kenapa harus dibatasi dan diawasi," ujar Ketua Majelis Pakar DPP PKS Soeripto kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (22/8).
Mantan pejabat Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) ini menilai, upaya yang dilakukan polisi itu sangatlah tidak masuk akal. Sebab, pergerakan ataupun aktivitas teroris dalam mempengaruhi orang lain dalam rangka rekrutmen tidak akan dilakukan secara terbuka, melainkan selalu sembunyi-sembunyi.
"Kalau namanya organisasi teroris dalam menggalang, mencari calon teroris bukan dilakukan dalam bentuk ceramah terbuka. Tapi dengan cara mengincar calonnya dulu baru di indoktrinasi secara sembunyi. Jadi tidak mungkin mereka melakukan indoktrinasi itu dalam ceramah tarawih di masjid-masjid umum," kata Wakil Ketua Komisi III DPR ini.
Sebelumnya, jelang bulan ramadhan polisi kian berjaga-jaga termasuk kelompok jaringan Noordin M Top yang akan menyusup. Polisi pun akan membatasi berbagai isi ceramah yang mungkin dimanfaatkan jaringan Noordin.
"Nah dalam operasi ini polisi nantinya akan membatasi dan mengawasi isi ceramah ramadhan. Polisi akan memantau agar tidak ada muatan provokasi dan hal-hal yang melanggar hukum. Polisi nantinya akan menempel dalam kegiatan-kegiatan tersebut," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Pol Nanan Sukarna.
Sumber: Inilah.Com
Dibaca: 182 kali



untuk admin situs pks-kaltim,tlong di up to date brita2ny pasca pemilu,biar gk ktinggalan jaman


baco 2009-09-05 14:29:49
wah, jd g brani k masjid.. ntr dkira teroris lg.. jgn2, org brjenggot spt sy pun dkira teroris.. :(