"Klaim-klaim seperti : Perempuan Anti Korupsi, Perempuanlah yang Memahami Kebutuhan Dapur, Perempuan yang Biasa Berurusan Dengan Sekolah Anak, dan isu-isu populis lainnya perlu secara cantik dikemas agar mendulang simpati masyarakat dan mengubahnya menjadi dukungan suara." (Nursanita Nasution, SE, ME, Anggota DPR RI dari FPKS)
Akar permasalahan perempuan sejak dulu dan saat ini adalah kurangnya ilmu dan pemahaman yang tidak menyeluruh seperti konsep diri, konsep rumah tangga, itu hanya dipahami secara parsial saja. Yang bisa dijadikan contoh adalah perjuangan R.A Kartini, Kartini tidak serta merta memperjuangkan dan menuntut hak perempuan tetapi bagaimana Kartini memperjuangkan supaya perempuan itu bisa cerdas dan bisa menimba ilmu karena intinya adalah jika perempuan itu tidak cerdas/tidak berilmu maka itulah yang bisa menyebabkan keterpurukan kaum perempuan.
Samarinda. Kewanitaan Dewan Pimpinan Kelurahan Partai Keadilan Sejahtera (DPRa PKS) PELITA Samarinda Utara pada Ahad (01/03) mengadakan kegiatan Rihlah/Refreshing ke Pantai Lamaru Balikpapan bersama perkumpulan Habsy AIWAHDANIYAH yang bermarkas di JL.Lambung Mangkurat Samarinda.
Pembawaannya santun dengan tutur kata yang lemah lembut. Kini namanya berjejer bersama calon legislatif (caleg) lain yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai calon anggota DPRD Kaltim, daerah pemilihan Samarinda.
Empat PARPOL besar saat ini adalah GOLKAR, PDIP, PKS dan Partai Demokrat. Oleh sebab itu kita jangan mudah putus asa, jangan pernah berhenti berjuang karena kita punya posisi tawar dimata masyarakat dan yang paling penting adalah jangan pernah cepat merasa puas.
"PKS meyakini inpirasi ini bukanlah kompetisi, tapi gerakan bersama untuk memberikan harapan sebesar-besarnya kepada semua orang," (Ledia Hanifa Amaliah, Ketua Bidang Kewanitaan PKS)